Survei Dampak Covid-19 terhadap Kemampuan Membayar dan Keberlangsungan Pembayaran Iuran JKN

Jaminan kesehatan semesta dalam JKN bertujuan untuk melindungi masyarakat dari jatuh miskin akibat sakit dan menghindari terjadinya bencana keuangan ketika sakit. Pada saat pandemi sekarang dimana telah terjadi resesi perekonomian secara global yang paling berdampak adalah rumah tangga yang rentan. Ketika rumah tangga rentan tidak lagi membayar iuran JKN membuat potensi rumah tangga tersebut semakin besar untuk bisa tergelincir semakin dalam ke jurang kemiskinan akibat harus membayar biaya kesehatan, karena hilangnya perlindungan jaminan kesehatan.

Sebelum pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, selain kelompok rumah tangga miskin (11%), dan hampir miskin/rentan (24%), laporan World Bank menuliskan ada sebesar 115 juta jiwa atau 45% dari populasi Indonesia merupakan kelompok Aspiring middle class (calon kelas menengah). Kelompok ini telah terbebas dari kemiskinan namun belum sepenuhnya memiliki jaminan keamanan ekonomi, dimana kelompok ini sangat rentan untuk kembali jatuh miskin ketika ada guncangan ekonomi.

Jika hampir 40% kelompok tingkat ekonomi terendah kemungkinan besar telah terjamin sebagai penerima bantuan iuran (PBI) JKN, maka ada sebagian kelompok calon kelas menengah ini yang tidak tercover dalam PBI JKN, apa yang akan terjadi apabila rumah tangga ini tergelincir kembali jatuh miskin, dan tidak dapat membayar iuran JKN, maka kelompok ini akan kehilangan perlindungan dari jaminan kesehatannya. Dengan keterbatasan proses update data PBI yang tidak dapat dengan cepat mengakomodasi perubahan ini, dan aturan yang tidak menguntungkan ketika menunggak membayar iuran, dimana pelayanan rawat inap tidak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan dengan maksimal biaya yang dapat ditanggung peserta hingga Rp30 Juta dalam periode satu bulan setelah melunasi tunggakan, ini akan sangat berisiko bagi kelompok rumah tangga tersebut.

Sebelum pandemi Covid-19, data SISMONEV DJSN per Februari 2020 menunjukkan ada sebanyak 20.134.003 peserta JKN Non PBI yang menunggak membayar iuran (angka ini merupakan 22,5% dari seluruh peserta non PBI). Dimana sebanyak 4.889.910 peserta adalah pekerja swasta yang menunggak, disegmen PPU kelompok pekerja swasta ini merupakan penyumbang terbanyak yang menunggak iuran (94%). Sebanyak 14.834.910 peserta (49%) dari kelompok PBPU (Pekerja bukan penerima upah) juga tercatat menunggak membayar iuran JKN.

Setelah pandemi Covid-19, data Menakertrans per 11 April 2020 menunjukkan sebanyak 1.080.765 orang pekerja formal di rumahkan dan 160.067 di PHK. Pada pekerja sektor informal sebanyak 265.881 orang terdampak. Kondisi ini sudah pasti berpeluang meningkatkan jumlah peserta yang kehilangan perlindungan jaminan kesehatan nasional karena tidak membayar iuran JKN. Sedangkan saat ini belum ada sistem yang mengatur jaring pengaman sosial untuk jaminan kesehatan ketika terjadi wabah/pandemi.

Pusat KP-MAK FK-KMK UGM, saat ini sedang melakukan Survei Dampak Covid-19 terhadap Kemampuan Membayar dan Keberlangsungan Pembayaran Iuran JKN. Survei singkat ini dilakukan untuk memotret kondisi saat ini, terkait keberlangsungan kemampuan membayar iuran JKN baik pada kelompok pekerja formal dan informal selama pandemi Covid-19.


Silahkan mengisi survey pada link berikut: https://bit.ly/SurveiDampakCovid-19TerhadapIuranJKN

 

TOR KAJIAN

EC KAJIAN

Mitra Kami

Fakultas Kedokteran UGM
Depkes
BPJS
World Health Organization
World Bank
AusAid
The Asia Foundation
Task Force Health Care
Nuffic
Erasmus University Rotterdam
Vrije Universiteit Amsterdam
GIZ
PAMJAKI
Joint Learning Network

TETAP IKUTI

Kontak Kami

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan

Gedung Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lantai 2
FKKMK UGM
Jalan Medika, Yogyakarta - 55281

Phone +62 274 631022
Mobile Phone +62 811-2632-641
Fax +62 274 631022
Email pusatkpmak@ugm.ac.id
Website www.kpmak-ugm.org
Copyright KPMAK-UGM © 2016