A Big Step Forward for Health Policy in Indonesia The Introduction of the EuroQol EQ-5D-5L Value Set

A Big Step Forward for Health Policy in Indonesia The Introduction of the EuroQol EQ-5D-5L Value Set

Sebuah Reportase dari Simposium “A Big Step Forward for Health Policy in Indonesia: The Introduction of the EuroQol EQ-5D-5L Value Set and other Recent Developments in Quality of Life Research and Cost-Effectiveness Analysis” di Universitas Padjajaran, Jatinangor, pada tanggal 8-9 September 2016

-----------------------------------------------------------------------------------------

Teknologi dan penelitian di bidang kesehatan di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Untuk itu sebuah cara pengukuran kualitas hidup yang terkait dengan kesehatan (health related quality of life) spesifik yang sesuai dengan di Indonesia sangat diperlukan. Salah satu alat ukur yang sering digunakan adalah kuesioner EQ-5D-5L. Kuesioner tersebut telah sering digunakan dalam penelitian-penelitian seperti epidemiologi, klinis, maupun ekonomi kesehatan. Simposium ini terutama membahas EQ-5D-5L spesifik untuk konteks Indonesia, yang telah berhasil divalidasi dan dievaluasi oleh seorang peneliti dari Indonesia, Fredrick Purba, M.Psi bersama team yang terdiri dari peneliti dalam maupun luar negeri. Hal ini merupakan sebuah langkah yang bermakna bagi perkembangan penelitian dalam bidang kesehatan khususnya ekonomi kesehatan di Indonesia.

 

Dalam symposium ini, drg. Armansyah, MPPM dari Kementerian kesehatan, mengutarakan bahwa peran Health Technology Assessment (HTA) dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah sebagai alat untuk kendali mutu dan kendali biaya. HTA inilah yang menjadi ‘jembatan’ antara ilmu pengetahuan dan proses pengambilan keputusan. Saat ini kita dihadapkan dengan teknologi yang berkembang sangat cepat dengan biaya yang cukup tinggi, sedangkan anggaran dan dana sangat terbatas. Sehingga perlu sebuah penyusunan prioritas dalam mengambil keputusan.

 

Penelitian valuasi EQ-5D-5L di Indonesia dikakukan oleh Fredrick, mengambil perspektif sosietal dalam penelitian nya dengan menggunakan kuota sampling dalam pengumpulan sampel nya. Dalam hal ini, Fredrick yang sedang dalam studi PhD nya, membagi sampel nya dalam presentasi tertentu, berdasarkan kriteria-kriteria sehingga diperoleh sample yang mewakili penduduk seluruh Indonesia. Nilai kualitas hidup seseorang pada umumnya antara 0-1, dengan nol sebagai nilai terendah, dan 1 sebagai nilai tertinggi atau kualitas hidup dalam keadaan sempurna. Hal yang menarik dari temuan studi ini adalah, bahwa ternyata ada nilai kualitas hidup pada tingkat kesehatan / health stage tertentu di Indonesia yang nilai nya dibawah 0 atau minus.  Hal ini bisa diartikan bahwa keadaan minus tersebut lebih buruk daripada berada pada nilai nol atau yang diinterpretasikan worse than death, kata-kata yang dipergunakan untuk menggambarkan nilai minus tersebut.

 

Meskipun penelitian mengenai HTA mulai giat dilakukan di Indonesia, menurut Francis Ruiz, MSc., ada beberapa factor yang menjadi barrier atau hambatan dalam HTA, antara lain tidak jelasnya kriteria apa saja yang digunakan dalam pengambilan keputusan, proses pengambilan keputusan yang dilakukan terpisah-pisah, control yang ketat terhadap riset-riset yang dapat menghambat,  serta pendapat-pendapat expert di level pengambilan keputusan yang sebenarnya kurang tepat dan masih belum terbukti tetapi kemudian muncul dan memberikan pengaruh pada pengambilan keputusan.

 

Dari symposium ini dapat ada beberapa pesan yang bisa kita para peneliti dan akademisi bawa pulang, yaitu bahwa penelitian HTA dapat berkembang dengan baik melalui kolaborasi internasional. Selain itu, perlu adanya sebuah team HTA inti bagi penelitian HTA di Indonesia. Peluang studi mengenai HTA di Indonesia masih sangat besar dan diperlukan. Penelitian-penelitian yang sesuai dengan konteks Indonesia sangat diperlukan karena akan lebih sesuai untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

 

 

-drg. Agnes Pratiwi, MPH-

Mitra Kami

Fakultas Kedokteran UGM
Depkes
BPJS
World Health Organization
World Bank
AusAid
The Asia Foundation
Task Force Health Care
Nuffic
Erasmus University Rotterdam
Vrije Universiteit Amsterdam
GIZ
PAMJAKI
Joint Learning Network

TETAP IKUTI

Kontak Kami

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan

Gedung Radioputro Sayap Barat Lantai 2
Komplek Fakultas Kedokteran UGM
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta - 55281

Phone +62 274 631022
Mobile Phone +62878 3939 2641
Fax +62 274 631022
Email pusatkpmak@gmail.com
Website www.kpmak-ugm.org
Copyright KPMAK-UGM © 2016